
Pak Suhada Sering Ditipu Pembeli, Padahal Berjuang Demi Anak Bisa Makan & Sekolah

Tiap sore, pemandangan memilukan terjadi di depan pintu rumah tetangga saya. Seorang anak kecil menangis tersedu-sedu sementara sang ayah hanya bisa mengelus kepalanya dengan tatapan kosong.
Ternyata, hari itu dagangan sang ayah sama sekali tidak laku, dan sang anak harus menahan lapar karena belum makan sejak kemarin.

Namanya Pak Suhada. Beliau berjualan dengan kondisi fisik yang terbatas, kedua kakinya bengkok, membuat setiap langkahnya terasa berat dan menyakitkan.
“Sering gak ada yang beli, Nak… bahkan ada yang tega ambil dagangan bapak tapi gak bayar,” ucap Pak Suhada dengan suara bergetar.

Kejadian menyakitkan tak berhenti di situ. Kemarin, Pak Suhada sempat jatuh tersungkur di jalanan. Dagangannya berserakan, namun mirisnya, tak ada satu pun orang yang datang membantu.
Meski badannya sakit, besoknya beliau tetap memaksakan diri berjualan lagi. Semua itu ia lakukan hanya demi satu hal: agar anaknya tetap bisa makan dan tidak putus sekolah.

Sebagai tetangga yang melihat langsung perjuangannya, saya tidak tega melihat Pak Suhada terus-menerus dizalimi di jalanan. Beliau tidak meminta-minta, beliau hanya ingin mencari nafkah halal dengan kaki bengkoknya.
#OrangBaik, mari kita ringankan beban Pak Suhada. Kita patungan berikan modal usaha dan biaya sekolah untuk anaknya.
Salurkan bantuan terbaikmu melalui:
Terima kasih
![]()
Menanti doa-doa orang baik