ImageAyah Sudah Tiada, Kini Zikri Kecil Berjuang Menjad...
Image

Ayah Sudah Tiada, Kini Zikri Kecil Berjuang Menjadi Penopang Keluarga

Image
lebak, banten
Rp 60.000 terkumpul dari Rp 100.000.000
2 Donasi 1 bulan, 16 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Kami Cuma Mau Beli Susu Buat Adik... Tapi Uangnya Kurang.”  Zikri (8 Tahun)

Petang itu, di depan sebuah minimarket kecil, dua anak tampak berdiri ragu. Zikri (8 tahun) dan Rahel (5 tahun), berpakaian sederhana dan membawa sebuah kantong plastik berisi sisa kue yang belum laku mereka jual. Di tangan Zikri ada beberapa lembar uang lusuh yang ia hitung berkali-kali. Ia menatap rak susu bayi dengan wajah bingung, lalu bergumam pada adiknya,

“Rahel... uangnya gak cukup. Kita gak bisa beli susunya...”

“Aku mau beliin susu buat adik bayi. Ibuku bilang ASI-nya udah nggak keluar lagi. Tapi kuenya tadi gak laku semua.” Zikri dan Rahel bukan anak-anak yang seharusnya memikirkan soal uang, soal jualan, apalagi soal kebutuhan bayi. Tapi sejak kepergian ayah mereka, hidup berubah drastis. Ayah mereka meninggal dunia karena sakit lambung yang tak kunjung bisa diobati, tepat saat ibu sedang mengandung lima bulan. Sejak itu, Zikri menjadi "kepala keluarga" dalam artian yang paling sunyi bukan karena ia kuat, tapi karena ia terpaksa tumbuh lebih cepat dari yang seharusnya.

Setiap hari selepas sekolah, Zikri akan membawa Rahel menyusuri gang-gang dan pinggir jalan, menawarkan kue milik tetangga untuk dititip jual. Ia tahu betul, jika kuenya laku, ia bisa beli sedikit beras, atau mungkin satu kaleng kecil susu formula untuk adiknya yang masih bayi.

Sementara itu, ibu mereka yang masih memulihkan diri pasca melahirkan, berusaha merawat ketiga anaknya di rumah kontrakan sempit. Terkadang makan satu kali dalam sehari. Terkadang tak makan, tapi tetap memaksakan diri tersenyum agar anak-anaknya tidak patah semangat.

Setiap pulang berjualan mereka berdua menyempatkan untuk menengok makam sang ayah. Rindu pelukan hangat dari sosok ayah yang sangat dirindukan, Zikri dan rahel hanya bisa memeluk makam dan mendoakan sang ayah. Zikri tak pernah mengeluh. Bahkan saat ditanya apa yang paling ia rindukan, ia menjawab:
“Aku cuma pengen ayah ada disini bersama-sama kita lagi. Tapi kalau nggak bisa, aku yang jagain ibu sama adik-adik.”

Ia sudah tak sempat lagi bermain. Bahkan boneka atau mainan sederhana pun tak pernah mereka miliki. Dunia Zikri adalah jalanan, kuenya yang tak selalu laku, adik kecil yang menangis kelaparan, dan ibu yang berjuang sendirian.

Kita Tidak Bisa Menggantikan Ayah Zikri, Tapi Kita Bisa Menjadi Ayah Kedua untuk Mereka. Zikri dan Rahel tak minta banyak. Mereka tak pernah meminta mainan mahal, pakaian bagus, atau liburan. Mereka hanya ingin adik mereka tidak menangis kelaparan. Mereka ingin bisa membantu ibu, meski hanya dengan uang recehan dari hasil jualan. Hari ini, mari kita bersama-sama bantu meringankan beban mereka.
Karena menjadi kuat di usia sekecil itu bukan pilihan, melainkan keadaan yang memaksa.

Baca selengkapnya ▾

  • May, 21 2026

    Campaign is published

Orang Baik4 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 10.000
Orang Baik6 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.000

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close