Imagesering pulang tanpa uang, abah 76 tahun makan nasi...
Image

sering pulang tanpa uang, abah 76 tahun makan nasi bertabur kecap demi bertahan hidup

Image
banten
Rp 18.000 terkumpul dari Rp 100.000.000
1 Donasi 1 bulan, 10 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

"Kalau Sudah Capek, Abah Tidur Dulu di Depan Ruko..."

Di depan sebuah ruko yang sudah tutup, seorang kakek terlihat tertidur. Di sampingnya hanya ada beberapa sapu lidi yang sejak pagi dipikul berkeliling kampung. Beliau bukan gelandangan, beliau hanya terlalu lelah.

Namanya Abah Sartu Usianya sudah 76 tahun, tetapi setiap pagi Abah masih harus memikul sapu lidi milik tetangganya dan berjalan kaki sejauh 5 hingga 10 kilometer. Beliau menyusuri gang demi gang, mengetuk harapan di setiap rumah yang dilewati.

 "Barangkali hari ini ada yang membeli..." Harapan itu sering kali pupus , jika sedang beruntung, Abah membawa pulang uang Rp10.000 hingga Rp15.000. Namun lebih sering, matahari sudah tenggelam sementara tak satu pun sapu berhasil terjual. Abah pun pulang tanpa membawa uang. Tubuh renta itu sebenarnya sudah lama meminta berhenti.

Uang belasan ribu itu pun belum tentu cukup untuk membeli lauk. Agar tetap bisa makan, Abah sering menyantap nasi putih yang hanya ditaburi kecap supaya ada sedikit rasa gurih. Bagi Abah, yang terpenting bukan makan enak, melainkan masih ada yang bisa mengganjal perut hingga esok hari.

Saat tenaga benar-benar habis, Abah hanya bisa duduk di depan ruko yang dilewatinya. Kadang beliau tertidur beberapa menit, bukan karena ingin beristirahat. Melainkan karena tubuhnya sudah tak sanggup lagi menahan lelah.

Perjalanan Abah belum selesai ketika sampai di rumah, rumah tua itu sudah rapuh dimakan usia. Dindingnya berlubang. Atapnya bocor ketika hujan turun, lantainya mulai rusak bahkan rumah itu tidak memiliki sumur. Setiap kali membutuhkan air, Abah harus berjalan ke rumah tetangga untuk meminta air, lalu memikulnya sendiri kembali ke rumah.

Namun ada yang lebih menyakitkan daripada semua itu, rumah itu kini terasa sangat sepi. Empat tahun lalu, istri tercinta dipanggil menghadap Sang Pencipta. Sejak hari itu, tak ada lagi yang menunggu kepulangan Abah. Tak ada lagi yang bertanya, "Hari ini sapunya laku, Bah?" Tak ada lagi yang menemani makan malam meski hanya dengan lauk sederhana.

Sahabat Baik, di usia 76 tahun, Abah seharusnya bisa menikmati masa tua dengan tenang, bukan masih berjalan berkilo-kilometer demi memperoleh belasan ribu rupiah. Mari ringankan langkah Abah. InsyaAllah, setiap donasi yang Sahabat Baik titipkan akan membantu memenuhi kebutuhan hidup Abah, memperbaiki rumahnya yang sudah tak layak, serta menghadirkan hari tua yang lebih aman dan bermartabat. Mungkin bagi kita, bantuan itu hanyalah sebagian kecil dari rezeki. Namun bagi Abah Sartu, bantuan itu bisa menjadi alasan untuk tetap memiliki harapan di sisa usia senjanya.

Baca selengkapnya ▾

  • July, 1 2026

    Campaign is published

Orang Baik10 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 18.000

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close