ImageRela Gak Makan Berhari-hari Demi Isti Bisa Berobat...
Image

Rela Gak Makan Berhari-hari Demi Isti Bisa Berobat

Image
lebak, banten
Rp 39.321.000 terkumpul dari Rp 100.000.000
688 Donasi 3 bulan, 26 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

"Kalau perut diikat begini, laparnya sedikit berkurang"

Kalimat itu diucapkan lirih oleh Abah Madhalim sambil mengencangkan seutas tali plastik di pinggangnya. Bukan karena sakit punggung. Bukan pula karena sedang bekerja berat. Ia mengikat perutnya untuk melawan rasa lapar.

Hari itu, sejak pagi hingga matahari hampir tenggelam, tak satu ikat pun kangkung yang dipikulnya laku terjual. Perutnya kosong, tenaga semakin habis, tetapi ia tetap memaksakan diri berjalan dari kampung ke kampung demi berharap ada pembeli.

Saat kami menemuinya, Abah hanya tersenyum tipis. Di usianya yang sudah senja, ia masih memikul beban yang bahkan sulit ditanggung orang yang lebih muda. Yang lebih menyayat hati, ketika benar-benar tak sanggup menahan lapar, Abah terpaksa memakan kangkung mentah yang seharusnya dijual untuk mendapatkan uang. Itulah satu-satunya makanan yang bisa mengganjal perutnya hari itu. “abah kelaparan, dari pagi belum makan” lirih abah

Di rumah, cobaan lain telah menunggu, istrinya tengah sakit dan membutuhkan pengobatan. Namun bagi Abah, membawa sang istri ke rumah sakit terasa seperti mimpi yang terlalu jauh. "Untuk makan saja saya kesulitan. Kalau istri sakit, paling hanya bisa beli obat di warung," ucapnya pelan.

Setiap hari Abah harus memilih mencari nafkah atau menemani istrinya yang sedang sakit. Apa pun pilihannya, hati kecilnya selalu dipenuhi rasa khawatir. Namun ujian hidup mereka belum berhenti. Rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat berlindung ternyata bukan milik mereka. Pemiliknya berencana mengambil kembali rumah tersebut, sehingga Abah dan istrinya harus segera pergi.

Mereka tidak memiliki tanah. Tidak memiliki tabungan. Tidak memiliki rumah lain untuk dituju. Artinya, dalam waktu dekat, pasangan lansia ini bisa kehilangan satu-satunya tempat berteduh yang mereka miliki. Bayangkan… setelah seharian menahan lapar, memikul dagangan puluhan kilometer, dan pulang untuk merawat istri yang sakit, Abah masih harus dihantui pertanyaan yang menyakitkan “Besok kami harus tinggal di mana?” Sahabat baik, Abah Madhalim tidak meminta hidup mewah. Ia hanya ingin bisa makan dengan layak, mengobatkan istrinya, dan memiliki tempat sederhana untuk berteduh di masa tuanya. Hari ini, harapan itu bisa hadir melalui kepedulian kita.

Mari ulurkan tangan untuk membantu Abah Madhalim dan istrinya. Berapa pun donasi yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, biaya pengobatan, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak. Jangan biarkan Abah terus mengikat perutnya karena lapar, lalu kehilangan atap tempat ia dan istrinya berlindung.

Baca selengkapnya ▾

  • July, 30 2026

    Campaign is published

Orang Baik32 menit yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 10.000
Orang Baik2 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.000
Orang Baik2 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.000
Hamba Allah3 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.000
Puja Angra4 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 25.000

Doa-doa orang baik (277)

Orang Baik2 jam yang lalu
Semoga segala urusan kakek dan nenek dipermudah oleh alam semesta, dan diberi kesehatan dan kekuatan dr Tuhan
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Puja Angra4 jam yang lalu
Meski sedikit semoga bisa membantu
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
VJ10 jam yang lalu
Semoga berkah
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Hamba allah14 jam yang lalu
Nitip doa buat orang tua ku alm ibu painem binti bpk jemiran,semoga diampuni semua dosa&diterima amal baiknya amiinn
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Orang Baik14 jam yang lalu
Moga manfaat
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Bagikan melalui:
✕ Close