
Tubuh Gemetar Menahan Lapar, Kakek 82 Tahun Tempuh 15 KM Demi Istri yang Lumpuh Stroke!

“Bu, pak.. Tolong beli sapu lidi saya, biar berkurang, soalnya pundak saya udah luka berdarah. Udah gak kuat..” - Kakek Sugiyono.
Pernahkah kamu melihat seorang lansia yang tangannya terus bergetar hebat saat memegang dagangannya? Kisah Kakek Sugiyono (82) akan membuat hatimu hancur.
Di saat lansia lain beristirahat di masa tua, Kakek harus memikul beban sapu lidi di pundaknya yang penuh luka.

Langkahnya tertatih, kakinya yang renta harus menempuh 15 KM lebih setiap hari. Bayangkan, dari satu ikat sapu lidi seharga Rp7.000, Kakek hanya mengambil untung Rp2.000. Harus laku berapa ikat agar Kakek bisa membeli obat untuk istrinya?
“Sambil gemetar saya paksa jalan, Nak. Kalau saya berhenti, istri saya mau makan apa? Dia cuma punya saya. Biar kaki saya sakit, yang penting saya bisa bawa pulang uang buat terapi istri, saya nggak mau lihat dia menderita lebih lama lagi..” lirih Kakek Sugiyono sambil menyeka keringat dengan tangannya yang bergetar.

Sudah 30 tahun Kakek setia pada jalanan. Sejak jam 6 pagi, ia sudah berangkat dengan perut kosong. Seringkali ia terlihat menepi di pinggir jalan, memijat kakinya yang linu dan memegangi perutnya yang keroncongan.
Kakek sering menahan lapar dan haus demi menyisihkan uang untuk Nenek Saminem (63), istrinya yang sudah setahun ini tak bisa beranjak dari tempat tidur.

Hati siapa yang tak teriris melihat pemandangan setiap pagi? Sebelum matahari meninggi, Kakek Sugiyono dengan telaten menyuapi istrinya, membisikkan doa agar sang istri kuat menunggunya pulang dari mengais rezeki.
Sahabat, Kakek Sugiyono adalah potret cinta sejati yang berjuang di batas kemampuannya.
Mari berikan masa tua yang lebih layak bagi Kakek Sugiyono dan bantu pengobatan istrinya melalui:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran transfer Bank
4. Dapatkan laporan melalui WhatsApp paling lambat 2x24 jam setelah berdonasi.