
Wajahnya rusak parah, membusuk, dan mengeluarkan bau menyengat!
Kakek Asnawi tetap bertahan hidup meski hidung dan mata kirinya hilang digerogoti penyakit, dan tiap hari ia tempuh 15 km berjalan kaki sambil memulung botol bekas demi sesuap nasi.
Inilah kisah yang dialami Kakek Asnawi, memiliki luka di wajah yang makin parah, dan kini tanpa BPJS, tanpa biaya, Kakek Asnawi tak lagi sanggup berobat.
“Pernah saya pakai masker, tapi nafas saya terasa sesak, kalau tidak pakai masker, ketakutan orang-orang dan debu pun masuk ke hidung saya.”
“Serba salah Mas, tapi masa saya diam saja di rumah, nanti saya makan dari mana,” ucap Kakek Asnawi sambil tertawa namun menyimpan kepiluan.
Sungguh malang nasib yang menimpa Kakek Asnawi. Beliau sudah bertahun-tahun hidup dengan luka menganga di wajahnya. Luka ini merenggut sebagian wajahnya, hidung bahkan mata kirinya sudah tak lagi bisa dilihat.
Belum lagi aroma tak sedap sungguh menyengat keluar dari lukanya yang membusuk.
Ada kesedihan tersendiri saat Kakek Asnawi keliling memulung, banyak anak-anak menangis ketakutan melihatnya. Ada yang pergi menghindar, bahkan ada yang sampai muntah bila berpapasan dengan dia.
Kakek Asnawi yang sehari-hari hanya seorang pemulung yang mencari botol-botol bekas di tumpukan sampah. Dalam kesulitan hidup dan takdir yang tak bisa ditolak, Kakek Asnawi harus rela panas-panasan sambil membawa sebuah karung berkeliling melintasi jalanan ±15 kilometer meter tiap harinya mencari botol-botol bekas dan barang rongsokan yang lainnya.
“Sebenarnya aku sudah tidak kuat membersihkan diri Nak, banyak kotoran dan debu yang masuk di wajahku. Rasanya sakit banget .”- ungkap Kakek Asnawi Hasil mulung beliau kumpulkan selama 3 hari sampai karungnya penuh dan dijual ke pengepul.
Dari satu karung rongsokan/botol-botol bekas tersebut, Kakek Asnawi hanya mendapatkan 10 ribu rupiah.
Ya Tuhan, ga tega banget liat Kakek Asnawi yang kesakitan sendirian di hari tua dan berjuang agar tak kelaparan.