
Siang itu, seorang kakek datang ke warungku.Bajunya lusuh. Punggungnya membungkuk. Beliau mengeluarkan uang receh dari sakunya. Dihitung satu per satu. Tangannya gemetar.
Air matanya jatuh tanpa suara.
Dari jualan sapu keliling, beliau hanya laku 1. Katanya, uang itu mau dipakai beli obat untuk istrinya. Aku tanya pelan, “Istrinya sakit apa, Kek?”
Beliau terdiam sebentar. Lalu menjawab dengan suara lirih…
“Istri saya lumpuh, Nak. Sudah lama tidak bisa jalan. Kalau mau berobat harus ke rumah sakit… tapi kakek gak punya biaya…”
Namanya Kakek Arsyad. Usianya 74 tahun. Setiap hari beliau mendorong sepeda tuanya sejauh kurang lebih 30 KM menyusuri kota. Di belakangnya bertumpuk sapu yang dijual seharga 5.000 rupiah per buah. Sehari kadang hanya dapat 20–30 ribu.
Yang bikin dada makin sesak, Beliau sendiri ternyata belum makan. Uangnya hanya cukup untuk beli 1 air putih. Dan itu pun mau dibagi dua dengan istrinya di rumah.
Bayangkan… Di usia senja, saat tenaga tak lagi kuat, beliau masih berjalan keliling menjajakan sapu. Menahan lapar. Menahan lelah. Demi istrinya tetap bisa bertahan hidup.
Saat aku beri sedikit sembako, beras, dan minyak…beliau sampai sujud sambil terus mengucap terima kasih. Tapi satu bantuan hari itu… tidak akan cukup untuk hari-hari berikutnya.
Teman-teman…
Kita mungkin tak pernah merasakan berjalan jauh dalam keadaan lapar.
Kami membuka donasi untuk Kakek Arsyad.
Agar beliau bisa:
✨ Membeli obat untuk istrinya
✨ Memiliki persediaan makanan yang layak
✨ Tidak lagi berbagi satu gelas air karena tak mampu membeli lebih
Mari salurkan sedekah terbaikmu melalui:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran transfer Bank
4. Dapatkan laporan melalui WhatsApp paling lambat 2x24 jam setelah berdonasi.
Terima Kasih Orang Baik!