
“Mas, maaf kalau saya ninggalin KTP buat isi oksigen boleh? Saya pasti balik lagi buat tebus kalau udah ada uangnya.” ucap seorang bapak dengan peluh membasahi wajah dan bajunya.
Demi anaknya, Hanafi (8 bulan), sang ayah rela keliling mencari bantuan supaya bisa mengisi tabung oksigen. Bocor jantung yang dialami Hanafi semakin memburuk.
Bayi mungil itu makin sulit bernafas dan nyawanya makin terancam.
Sejak lahir tangan dan kakinya membiru. Pada usia 3 bulan, Hanafi mengalami demam dan kejang hingga tak sadarkan diri. Setelah diperiksa, ternyata. Hanafi memiliki lubang di jantungnya.
Seluruh tubuh Hanafi makin membiru, nafasnya sesak dan tak beraturan. Bahkan Hanafi pernah koma tidak sadarkan diri hingga 2 minggu dan harus menggunakan alat bantu pernapasan.
Kondisi Hanafi sangat memprihatinkan. Setiap hari bayi mungil ini harus menggunakan oksigen supaya bisa bernafas dengan normal. Tumbuh kembangnya jauh tertinggal, berat badannya di bawah rata-rata anak seusianya
Ayah sudah berusaha semampunya, bahkan kini tabungannya habis untuk berobat Hanafi. Tapi semua itu belum cukup. Hanafi harus operasi dan mendapat perawatan lanjutan tambahan secepatnya atau nyawanya menjadi taruhan.
#OrangBaik, saat ini Hanafi sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan darimu. Mari bersama-sama membantu Hanafi dengan cara: