
Ayah Ojol Menangis di Pinggir Jalan: "Uang Saya Gak Cukup Beli Susu Hana, Gimana Saya Bisa Bayar Operasi Ratusan Juta?"

Di balik jaket ojol yang lusuh dan bau matahari, ada seorang ayah yang hatinya hancur berkeping-keping.
Pak Maulana, namanya. Setiap kilometer yang ia tempuh bukan lagi demi mengejar setoran, melainkan demi napas putri kecilnya, Hana, yang baru berusia 3 bulan.
Hana lahir dengan kondisi yang sangat memprihatinkan: Jantung Bocor dan Gizi Buruk.
Tubuh mungilnya seringkali membiru, dadanya naik turun dengan sesak yang hebat, dan berat badannya terus merosot jauh di bawah batas normal.
“Tiap kali Hana sesak napas dan badannya membiru, hati saya terasa hancur. Saya takut, apa saya bisa menyelamatkannya? Napasnya seolah ditarik paksa dari tubuhnya yang kecil itu,” ujar Pak Maulana dengan suara gemetar dan mata yang sembab.

Hana membutuhkan susu khusus seharga Rp400 ribu per kaleng yang hanya cukup untuk 3 hari. Susu itu bersama biaya operasi jantung yang mencapai ratusan juta, tidak ditanggung oleh BPJS.
Pernah suatu malam, Pak Maulana menepi di depan minimarket. Ia ingin membelikan susu untuk Hana yang sedang kelaparan di rumah. Namun, ia hanya bisa berdiri terpaku di depan pintu kaca, menatap sisa uang di tangannya yang tak sampai setengah dari harga susu itu.
“Kadang saya kerja dari pagi sampai pagi lagi, tapi uang yang saya bawa pulang tetap gak cukup. Saya bingung gimana caranya bisa selamatkan Hana. Biaya pengobatan ratusan juta itu terasa seperti mimpi yang mustahil bagi kami,” isak Pak Maulana sambil memeluk helmnya.
Sahabat, di saat kita mungkin bisa tidur nyenyak, Pak Maulana harus terjaga dalam ketakutan: Apakah esok pagi Hana masih bisa bernapas? Tanpa operasi segera, risiko gagal jantung siap merenggut nyawa Hana kapan saja.
Yuk bantu sisihkan rezeki kita untuk bantu sembuhkan Hana melalui cara:
Tidak hanya ikut berdonasi, bagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang turut berdoa dan membantu kesembuhan Hana.