
Di usia 86 tahun, saat kebanyakan orang seusianya sudah bisa beristirahat di rumah, Abah Tohir masih harus berjualan keripik keliling ke pasar.

Setiap pagi Abah berangkat membawa dagangannya. Abah terus berputar sampai keripiknya habis terjual. Bukan karena Abah ingin terus bekerja di usia setua ini, tapi karena di rumah ada Emak yang selalu menunggu Abah pulang membawa beras untuk dimasak.
abah jualan punya orang, jadi abah dapat untung hanya Rp5.000 setiap satu bungkus terjual
yang penting hari itu ada beras untuk makan. Jadi lauk, apa saja yang ada di rumah akan mereka syukuri.

Kalau Abah tidak berjualan, hari itu juga Abah dan Emak tidak bisa makan. Karena memang tidak ada uang untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
Abah dan Emak tinggal berdua di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Dinding rumah hanya dari gribik yang sudah banyak bolong. Tempat tidur mereka pun sudah tidak layak digunakan.
Di usia yang sudah sangat tua, Abah masih memaksakan diri berjalan dan berjualan setiap hari, demi satu hal sederhana: agar hari itu ada beras yang bisa dibawa pulang untuk Emak.

Kami ingin membantu Abah dan Emak agar kebutuhan makan sehari-hari mereka dapat terpenuhi, sekaligus membantu memperbaiki kondisi rumah mereka yang sudah sangat rapuh.
Semoga sedikit bantuan dari kita bisa membuat Abah dan Emak tidak lagi khawatir soal makan untuk hari esok.
![]()
Menanti doa-doa orang baik