

Seorang ayah mungkin sanggup menahan lapar… tapi bagaimana rasanya ketika ia harus melihat anaknya sendiri kelaparan, sementara dirinya tak mampu berbuat apa-apa?”

Waktu Pak Jamal (71) dan keluarganya kini tinggal 1 minggu. Jika tunggakan kontrakan tak segera dilunasi, Pak Jamal, istrinya, dan sang anak yang merupakan ODGJ terancam kehilangan tempat tinggal dan terlantar di jalanan.
Di usia senja, Pak Jamal masih harus memulung demi bertahan hidup. Namun dari pekerjaan itu, ia hanya mampu membawa pulang uang receh, tak lebih dari Rp50 ribu dalam seminggu. Uang sekecil itu harus dibagi untuk bertahan hidup. Beras menjadi prioritas utama. Untuk lauk, mereka sering memungut sayuran sisa yang sudah dibuang orang di pasar.

Bahkan tak jarang, mereka harus menahan lapar berhari-hari. Ketika beras benar-benar habis, dedaunan pun direbus agar perut tetap terisi. Pernah suatu hari, karena sudah tak kuat menahan lapar, Pak Jamal nekat mengambil sepotong roti yang ditemukannya di jalan. Namun tubuhnya justru ambruk menahan sakit. “Sakit banget, Magh kronis saya kambuh, Mas… dari kemarin belum makan.”

Bukan hanya rasa lapar yang harus ia tahan, ada luka yang jauh lebih dalam di hati seorang ayah. Pak Jamal harus menyaksikan anaknya, Arif (31), seorang ODGJ, ikut merasakan kelaparan tanpa mampu berbuat banyak untuknya. Saat Arif belum makan, kondisinya bisa semakin sulit. Ia bisa berteriak dan mengamuk. Dan bagi seorang ayah, melihat anaknya kelaparan sementara dirinya tak mampu menyediakan makanan adalah penderitaan yang luar biasa. “Yang paling bikin hati sakit itu kalau Arif belum makan… dia suka teriak-teriak, ngamuk. Saya sebagai bapak sedih sekali nggak bisa kasih makan anak sendiri.”
Kini mereka bukan hanya berhadapan dengan rasa lapar. Mereka juga sedang berpacu dengan waktu. Tinggal 1 minggu sebelum ancaman pengusiran itu menjadi kenyataan.

Pak Jamal tidak meminta hidup mewah, ia hanya ingin keluarganya tetap memiliki atap untuk berteduh, memiliki beras untuk dimakan, dan anaknya bisa beristirahat tanpa harus merasakan lapar. #OrangBaik, jangan biarkan Pak Jamal dan keluarganya kehilangan tempat tinggal. Satu bantuan dari kita mungkin terlihat kecil, tetapi bagi mereka bisa berarti satu malam lagi bisa tidur di rumah, satu piring nasi untuk mengusir lapar, dan satu harapan agar keluarga ini tidak terlantar di jalanan. Waktu mereka hanya 1 minggu. Mari bantu sebelum semuanya terlambat.