ImageDitinggal Istri dan Anak, Pak Eeng Ngesot Jualan d...
Image

Ditinggal Istri dan Anak, Pak Eeng Ngesot Jualan di Pasar Demi Bertahan Hidup

Image
Pesawaran, Lampung
Rp 15.000 terkumpul dari Rp 100.000.000
1 Donasi 1 bulan, 14 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Kalau Terik Jalan Kan Panas, Kadang Kaki Saya Melepuh Sebenarnya, Tapi Mau Gimana Lagi.

Setiap pagi, Pak Eeng berangkat ke pasar. Tapi bukan dengan berjalan atau naik sepeda, melainkan dengan ngesot, menyeret tubuhnya perlahan di jalanan. Di satu tangan kirinya yang masih berfungsi, ia menjinjing barang dagangan seperti tisu, jajanan, atau masker.

Tanpa menghiraukan tatapan kasihan orang-orang, Pak Eeng berkeliling menawarkan dagangannya. Kadang dagangannya laku, kadang tidak. Kadang pula harus rela diserahkan pada preman pasar yang memalak hasil jerih payahnya.

“Setelah kaki kanan saya diamputasi karena kaki gajah, tangan kanan saya malah stroke jadi nggak bisa gerak. Pulang dari rumah sakit nggak ada yang nemenin karena istri dan anak ninggalin saya. Ini saya jualan sambil ngesot karena sudah nggak ada pilihan lain.”  Ujar Pak Eeng

Dulu Pak Eeng adalah seorang pekerja keras. Tapi semuanya berubah ketika kaki kanannya membengkak karena kaki gajah. Saat kondisinya semakin parah, justru sang istri memilih pergi meninggalkannya.

Pak Eeng harus rela diamputasi untuk mencegah penyebaran penyakit. Namun cobaan belum berakhir tangan kanannya terserang stroke hingga tak bisa digerakkan sama sekali.

Bak jatuh tertimpa tangga, anak yang ia harapkan bisa menemani di rumah sakit justru menghilang tanpa kabar. Sejak itu, Pak Eeng hidup sebatang kara.

Kini Pak Eeng menumpang di rumah kecil milik kerabat jauh yang sudah tak layak huni. Rumah itu sudah mulai rapuh, bocor saat hujan, dan tak ada fasilitas layak untuk penyandang disabilitas sepertinya.

 

Setiap hari, Pak Eeng berjuang bukan untuk kaya, bukan pula untuk menumpuk harta. Ia hanya ingin bisa makan hari itu, membeli beras atau lauk sederhana agar perut tak terus keroncongan.

Ia juga ingin bisa menabung sedikit demi sedikit agar punya modal berjualan tanpa harus keliling ngesot di pasar.

Pak Eeng sudah terlalu lemah untuk terus ngesot mengitari pasar. Jika dibiarkan seperti ini, kondisi kesehatannya bisa makin memburuk.

 

Di sisa usianya, Pak Eeng berharap bisa hidup lebih tenang, berjualan dengan layak tanpa harus dimaki atau dipalak, dan punya tempat tinggal yang pantas agar tidak terus dibayangi rasa takut diusir atau sakit bertambah parah.

“Kalau ada rezeki dari orang baik, saya cuma pengen punya kursi roda dan bisa jualan di rumah. Nggak usah keliling lagi, biar badan ini nggak makin rusak.” Ujar Pak Eeng

 

Sahabat baik, yuk bantu ringankan beban Pak Eeng. Sedikit dari kita sangat berarti untuk hari-harinya.

Baca selengkapnya ▾

  • May, 19 2026

    Campaign is published

Orang Baik2 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 15.000

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close