

“Kalau tidak ada yang memanggil untuk mencuci, Mbah tidak tahu besok bisa makan atau tidak…”

Setiap hari, Mbah Karsih berjalan dari rumah ke rumah menawarkan jasa mencuci pakaian. Di usia 73 tahun, tubuhnya sudah tidak lagi sekuat dulu. Mbah adalah seorang janda yang sudah lama ditinggal sang suami. Kini, ia bertahan hidup dengan menjadi buruh cuci keliling.

Sekali mendapat panggilan, Mbah hanya mendapatkan sekitar Rp20.000. Itu pun tidak setiap hari ada yang memanggil. Namun Mbah tidak pernah pergi sendirian. Selalu ada Faneshka Putra Fernandi, cucunya yang berusia 12 tahun. Sejak lahir, Faneshka mengalami kelainan dan hingga kini belum pernah mendapatkan pengobatan yang layak. Sang ayah juga sudah pergi lebih dari 7 tahun lalu dan tidak diketahui keberadaannya. Mbah-lah yang akhirnya merawat Faneshka seorang diri.

Setiap ikut berkeliling mencari pekerjaan, Faneshka terkadang mengamuk. Mbah yang sudah renta harus menenangkan cucunya, sambil tetap berusaha mencari orang yang mau menggunakan jasanya.
Perjuangan Mbah semakin berat karena ia sendiri memiliki penyakit jantung. Sesak napas kerap datang, tetapi untuk berobat pun Mbah tidak punya uang. Jangankan memikirkan pemeriksaan, untuk makan sehari-hari saja Mbah masih sering terpaksa berutang. Bukan untuk berfoya-foya mbah berutang hanya agar ada makanan yang bisa dibawa pulang untuk mereka berdua.

Namun karena penghasilan yang tidak menentu, utang itu pun sering menunggak hingga Mbah harus menghadapi tagihan dari orang-orang yang meminjaminya uang. Mbah dan Faneshka juga tinggal di sebuah gubuk reot di atas tanah milik tetangga yang hanya dipinjamkan.

Di tempat yang serba kekurangan itulah seorang nenek berusia 73 tahun terus berusaha menjaga cucunya. Mbah Karsih sebenarnya tidak meminta banyak. Ia hanya ingin bisa makan tanpa harus berutang, bisa berobat ketika penyakit jantungnya kambuh, dan yang paling utama, ingin melihat Faneshka mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang selama 12 tahun belum pernah bisa ia usahakan.

Kini, Mbah Karsih dan Faneshka membutuhkan uluran tangan kita. Mari bantu mereka mendapatkan kehidupan yang lebih layak, pengobatan untuk Faneshka, serta pemeriksaan dan pengobatan untuk Mbah Karsih. Bagi kita mungkin hanya sedikit. Namun bagi Mbah Karsih, bantuan kita bisa menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dari perjuangan yang selama ini ia jalani seorang diri.
![]()
Menanti doa-doa orang baik