ImagePilu! Penjual sapu lidi sering dihina karena badan...
Image

Pilu! Penjual sapu lidi sering dihina karena badannya yang kerdil hingga dipalak preman

Image
Lampung tengah, Lampung
Rp 25.000 terkumpul dari Rp 100.000.000
1 Donasi 1 bulan, 26 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Sungguh tak mudah perjuangan kakek kodir (62tahun) yang memiliki postur tubuh yang istimewa dan sudah lemah, Memiliki tubuh yang istimewa bukan keinginan kakek kodir dalam memilih takdir. 

“Dari kecil sampai sekarang banyak yang menghina dan mengolok-olok bertubuh kerdil. Saya berusaha ikhlas, tapi sakit dengernya, semoga aja ini jadi ladang pahala bagi saya” ucap kakek kodir

Dari pagi hingga sore hari kakek kodir memanggul tumpukan sapu lidi untuk dijajahkan dipasar dengan harga 5.000 seikat sapu lidi. Ketika adzan ashar berkumandang kakek kodir bergegas pulang kerumah untuk membuat kembali sapu lidi untuk dijual pada keesokan harinya bersama dengan sang istri tercinta siti atikah (60 tahun) 

Saat berkeliling berjualan kakek kodir sering dihina orang karena memiliki tubuh yang tidak normal tidak selayaknya orang-orang pada umumnya. Ironisnya Kakek kodir juga sering dipalak preman diambil semua uang dagangan kakek kodir karena badan yang kecil sehingga tak kuasa kakek kodir melawannya

Walaupun banyak yang menghina dan ekonomi yang sulit, kakek kodir selalu memikirkan generasi penerus bangsa yang ingin belajar mengaji tanpa dipungut biaya. Kakek kodir mengabdikan diri sebagai guru ngaji semata-mata ikhlas karena allah tanpa menginginkan imbalan. Selain mengajarkan ngaji kakek kodir pun setiap harinya merawat masjid agar masjid yang digunakan untuk beribadah selalu terawat, bersih dan nyaman. 

Dengan cara seperti inilah bentuk kebermanfaat kakek kodir dalam menjalani hidup didunia yang akan menjadi bekal diakhirat kelak. 


Ada hal yang sangat membuat kakek kodir sedih disaat kakek mengabdikan diri untuk menjadi guru ngaji, kakek kodir dituduh mengajarkan ajaran sesat 

" iya mas sedih rasanya saya di tuduh mengajarkan ajaran sesat padahal saya mengajarkan sesuai dengan syari’at islam, tapi alhamdulillah masih banyak orang yang percaya dengan saya”

Meski kesulitan ekonomi yang sering sekali dialami dan tinggal digubuk reot, kakek kodir hanya tinggal berdua bersama dengan sang istri dan anak-anaknya sudah menikah, tinggal terpisah yang hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit. 

Tak peduli tinggal digubuk yang sudah rapuh, bolong-bolong dan seringnya ular masuk , makan alakadarnya bahkan pernah tidak makan karena tidak ada yang bisa dimakan namun salutnya kakek kodir selalu bersyukur masih diberikan kesehatan dan terus berjuang. 

Setiap waktu kakek kodir dan istri justru dipenuhi dengan rasa haru dan syukur. Tak pernah absen sholat Jama’ah walaupun dalam keadaan sakit maupun kecapean dalam seharian berdagang 

“ kalo dagangan enggak habis syukur-syukur kami bisa makan, hanya berlaukan garam dan cabe aja udah bahagia banget mas” lirih kakek kodir

Hasil penjualan kakek kodir paling banyak hanya dapat mengumpulkan 20.000 saja bisa dibilang tak cukup untuk sehari-hari. Harapan kakek kodir ingin merenovasi rumah berbilik bambu yang sudah banyak tambalan yang ketika hujan banyak atap yang sudah bocor dan ingin memiliki usaha dirumah namun kakek kodir cukup berat untuk mewujudkan keinginannya. 

 

Baca selengkapnya ▾

  • May, 20 2026

    Campaign is published

Orang Baik13 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 25.000

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close