

Bahu rentanya jadi saksi bisu perjuangan kakek JABAR (60TH) di usia semakin renta.
Setiap hari beliau keliling menyusuri jalanan kota sejauh lebih dari 15 KM untuk menjual buah pisang dengan cara di pikul.
Bukan tanpa alasan kakek jabar harus berkeliing sejauh itu.” Kalau di jual sekitar rumah ndak laku, mas. Orang di sekitar rumah sudah punya pisang sendiri di kebunnya” lirih kakek jabar menjelaskan

Dengan penghasilan pas-pasan, tak mampu buat kakek untuk menyewa kios dengan harga tak murah. Alhasil berjalan kaki puluhan kilometer adalah pilihan terbaik untuk kakek jabar lakukan.

Sesekali kakek jabar harus menepi bila tubuh nya sudah lelah dan gemetar karena menahan lapar akibat seharian berkeliling namun belum satupun pisang yang kakek jual ada yang membeli.
“ ya allah mas, sering saya nahan lapar karena saya gak ada uang untuk beli makan karena dagangan saya sering tak laku, kalaupun ada uang lebih baik saya belikan beras untuk makan saya dengan istri dirumah” ucap kakek jabar dengan suara gemetar

Tak jarang jika lapar yang tak tertahan kakek jabar terpaksa memakan buah pisang yang ia jual untuk pengganjal perut yang lapar.
“Sering saya makan pisang yang saya jual,karena perut saya lapar mau beli makan dagangan belum ada yang laku” ucap kakek jabar

Hasil jualan pisang kakek sungguh tak seberapa, pisang tersebut ia jual dengan harga Rp 10 ribu/sisir dengan untung hanya Rp 2 ribu/sisir. Dalam sehari kakek bisa dapat untung Rp 30 ribu jika dagangan tersebut habis terjual.

Dirumah berdinding papan hanya setengah yang sudah banyak bolong inilah kakek jabar tinggal dengan istrinya MESIYEM(55TH). Disetiap sujud nya selalu ia panjatkan doa agar kuat menjalani kehidupan berat ini dan keluasan rezeki agar kakek jabar dapat merenovasi rumah nya agar kakek dan istri hidup dengan layak dan nyaman.
Kakek jabar berharap agar ia dapat memiliki modal usaha agar kakek dapat membuka usaha dirumah karena tenaga yang sudah sangat berkurang dan usia yang semakin tua sangat sulit untuk kakek tetap berjualan berkeliling jauh dengan beban berat dagangan yang ia bawa.