
"Saya dikabarin sama orang tua teman Eza di sekolah, katanya keluar darah dari hidung, lemas dan gak bisa jalan pulang dari sekolah. Saya melempar cangkul dan meninggalkan sawah yang sedang saya bajak, khawatir dengan kondisi anak saya." - Abah Iyod (Ayah Eza)|
Abah berlari meninggalkan sawah yang sedang ia kerjakan, khawatir terjadi hal buruk kepada putranya.

Eza langsung dilarikan ke IGD karena terlihat begitu pucat dan mengalami demam tinggi.
Setelah diperiksa, dokter melihat ada kelainan pada hasil laboratorium darahnya, kemungkinan Eza menderita Kanker Darah. Namun untuk memastikannya, Eza harus dibawa ke rumah saki lebih besar yang ada di Jakarta.

"Saya lihat tabungan di rumah cuman ada 150.000, gak mungkin untuk bekal nanti membawa Eza jalan ratusan kilometer jauhnya." Ucap abah.
--
100 Km Abah Iyod menempuh perjalanan dengan bis sambil terus menahan Eza yang mulai tak sadarkan diri.
Wajahnya pucat dan tubuhnya semakin lemas karena perjalanan yang sangat jauh. Eza terus-menerus mimisan. Abah cuma bisa terus berzikir sambil mengusap kepala Eza. turunnya dari bis, Abah Iyod terus berjalan menggendong anaknya, dengan harapan bisa segera sampai di rumah sakit.

Namun setibanya di rumah sakit Jakarta, Kondisi Eza semakin memburuk hingga tak sadarkan diri. Eza kritis di ruang ICU.
“Abah gak ngerti kalau ternyata sakitnya udah separah itu,” ucap Abah Iyod sambil menangis.

Abah Iyod hanya petani di kampung, untuk makan sehari-hari pun pas-pasan, bahkan untuk membayar iuran BPJS bulanan pun Abah tak mampu.
Putra tercintanya kini tengah berjuang melawan kanker yang setiap detik bisa mengancam nyawa Eza.
Pengobatan panjang harus dijalani Eza agar kanker tidak mengganas dan melumpuhkan tubuh mungilnya. Eza butuh bantuan kamu, buat kamu yang punya rezeki berlebih, bisa membantu Eza dengan cara :
![]()
Menanti doa-doa orang baik