
Abah Wana, 65 tahun, setiap hari masih berusaha mencari rezeki dengan membersihkan makam umum.

Abah tidak pernah mematok harga. Berapapun yang diberikan, Abah terima dengan ikhlas. Bahkan Abah pernah hanya mendapat ucapan terima kasih, pernah juga hanya diberi Rp2.000.
“Alhamdulillah, ini rezeki Abah hari ini.”
Bagi Abah, uang berapapun sangat berarti. Karena dari pekerjaan itu, Abah hanya ingin bisa membeli beras untuk makan bersama istrinya.
Namun sekarang Abah sudah tidak bisa bekerja berat lagi. Kaki Abah pernah patah karena terjatuh dari atas genteng. Ditambah lagi, Abah sudah lama mengalami sakit yang awalnya hanya berupa benjolan kecil. Kini benjolan tersebut semakin membesar dan sudah menyebar ke beberapa bagian tubuh Abah.
Penglihatan Abah juga semakin buram dan tidak jelas.
Abah sebenarnya sangat ingin berobat. Tapi untuk makan sehari-hari saja Abah masih kesulitan, apalagi harus memikirkan biaya pengobatan.

Di rumah sederhana yang berdiri di atas tanah milik orang lain, Abah hanya tinggal berdua bersama istrinya. Mereka menjalani hari-hari dengan kondisi serba kekurangan.
Di usia 65 tahun, Abah masih berusaha bekerja meski tubuhnya sudah tidak kuat seperti dulu. Abah hanya ingin tetap bisa makan dan mendapatkan kesempatan untuk berobat.
Yuk, kita bantu Abah Wana.
Semoga bantuan dari kita bisa membantu kebutuhan sehari-hari Abah dan meringankan biaya pengobatannya.
Berapapun bantuan yang diberikan, insyaAllah sangat berarti bagi Abah Wana dan istrinya.