
Padahal di hari itu hujan deras, namun abah terus jualan, banyak dagangannya yg basah dan tak layak di jual lagi…

Namanya abah somad, Di usia yang sudah 78 tahun, seharusnya Abah Somad menikmati masa depan orang tuanya dengan tenang, namun kondisi dan keadaan yang mengharuskan abah terus berjuang.
Setiap pagi, Abah Somad harus keluar rumah membawa dagangan opak yang ia jual keliling dari kampung ke kampung. Dengan langkah yang sudah tertatih karena usia, Abah berjalan melintasi jalanan, menawarkan opak kepada siapa saja yang ia temui, dari pagi pulangke rumah terkadang sampai malam hari.
Opak dan rengginang yang abah jual adalah dagangan orang, jadi abah setoran brapa penjualan hari itu abah setoran, abah somad hanya mendapat Rp 5.000 dari penjualan rengginang.

Abah cerita,di musim hujan kaya gini, banyak gk lakunya karna dagangan abah banyak yang basah terkena hujan air, padahal abah sangat berharap banyak yg membeli dagangannya karna untuk penuhi kebutuhan istrinya dan biaya pengobtan nya. Semua perjuangan itu Abah lakukan demi satu orang yang sangat ia cintai, yaitu istrinya.
Sudah 6 tahun lamanya istri Abah Somad hanya bisa terbaring kaku di tempat tidur karena usianya. Sejak saat itu, kehidupan mereka berubah. Istri Abah tidak lagi bisa berjalan, bahkan untuk duduk pun sangat sulit. Sebenarnya dokter menyarankan agar istri Abah menjalani terapi rutin di rumah sakit agar kondisinya bisa membaik. Namun kenyataannya tidak melupakan hal itu.

Sudah 2 tahun terakhir pengobatan dan terapi itu terhenti , bukan karena Abah menyerah, tetapi karena Abah sudah tidak lagi memiliki biaya untuk melanjutkannya, Kini satu-satunya harapan Abah hanyalah dari hasil berjualan opak keliling.
Di bawah terik matahari yang menyengat , Abah tetap berjalan. Saat hujan turun , Abah tetap melangkah dengan pakaian yang basah kuyup. Tubuhnya yang sudah renta sering kelelahan, namun Abah tetap memaksakan diri, Sebab setiap kali pulang ke rumah, Abah melihat istrinya hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur.
Abah mati-matian berjuang demi tetap hidupi istrinya yang kini tengah sakit karena usia, meskipun usia sudah 78 tahun, Abah tetap memilih berjuang sendirian di jalanan.
Teman-teman, melalui campaign ini kami mengajak kita semua untuk membantu Abah Somad. Bantuan dari kita semua akan sangat berarti bagi abah dan istrinya untuk hidup lebih layak di usia senjanya. Bantu modal usaha abah dengan cara:
![]()
Menanti doa-doa orang baik