
Dari pagi sampai malam menembus hujan deras, seorang kakek tua tampak berjalan gemetar sambil memikul dagangannya. Alih-alih berteduh, beliau malah menangis sesenggukan di pinggir jalan karena tumpukan kerupuk opak yang dibawanya sudah basah kuyup dan hancur total. Namanya Abah Somad.

Di usianya yang sudah senja, Abah harus memaksakan kakinya berjalan kiloan meter sampai mati rasa. Sayangnya, opak-opak ini bukan milik beliau sendiri. Abah hanyalah buruh kecil yang menggantungkan hidup dari dagangan orang lain.
Saat dihampiri, Abah menceritakan ketakutan terbesar yang sedang berkecamuk di dalam dadanya. "Kakek cuma dibayar 5 ribu rupiah sehari kalau semua opak ini habis, Nak. Sudah 3 hari gak ada yang beli, sekarang malah hancur kena hujan. Kakek bingung harus ganti rugi uang modalnya pakai apa..."
Jangankan membawa uang pulang untuk membeli makan sang istri di rumah, hari itu Abah justru pulang dengan pundak yang semakin berat karena bayang-bayang utang ganti rugi. Namun di sela tangisnya, Abah berbisik lirih penuh keikhlasan, "Kakek yakin, apa yang sudah ditakdirkan Tuhan, tidak pernah melewatkan kita..."

InsyaAllah, bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk:
Melunasi biaya ganti rugi kerupuk opak yang hancur akibat hujan.
Memberikan modal usaha mandiri agar Abah bisa berjualan dengan layak di rumah.
Membantu memenuhi kebutuhan pokok harian Abah dan istrinya di masa tua.
Mari salurkan sedekah terbaikmu melalui:
Klik tombol “DONASI SEKARANG”
Masukkan nominal donasi
Pilih metode pembayaran transfer Bank
Dapatkan laporan melalui WhatsApp paling lambat 2x24 jam setelah berdonasi.
Terima Kasih Orang Baik!