ImageDiusia 69 Tahun, Abah Masih Memikul Cobek Keliling...
Image

Diusia 69 Tahun, Abah Masih Memikul Cobek Keliling, Sementara Istrinya Terbaring Sakit di Rumah

Image
jakarta
Rp 0 terkumpul dari Rp 100.000.000
0 Donasi 1 bulan, 30 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

“Di Usia Senja, Abah Rastim Bukan Hanya Memikul Cobek, Tapi Juga Memikul Beban Hidup yang Begitu Berat”

 

Usianya sudah 69 tahun. Namun setiap hari, Abah tetap memikul cobek dagangannya di pundak, berjalan sejauh 2 hingga 5 kilometer menyusuri jalan demi jalan, berharap ada satu per satu cobek yang terjual.

Setiap hari keringat membasahi tubuhnya. Beban pikulan yang berat bahkan membuat baju yang dikenakannya sampai sobek-sobek karena tak lagi kuat menahan tekanan beban yang terus dipikulnya. Namun dari perjuangan sepanjang itu, penghasilan Abah sangat kecil. Untuk satu cobek yang terjual, Abah hanya mendapatkan keuntungan sekitar Rp5.000–Rp10.000.

Kadang laku beberapa buah, Kadang hanya satu, Bahkan tak jarang Abah pulang tanpa membawa hasil yang cukup untuk makan. Sampai akhirnya, saat kami bertemu Abah di pinggir jalan, kami melihat wajah seorang lansia yang sedang begitu kebingungan. Cobek yang dipikulnya jatuh dan pecah. Bagi sebagian orang, mungkin hanya sebuah cobek yang pecah. Tapi bagi Abah, cobek itu adalah barang dagangan milik bos yang harus ia pertanggungjawabkan. Dan hari itu, satu pun cobek belum berhasil terjual. “Abah bingung gimana cara gantinya ke bos, sedangkan hari ini aja belum ada yang laku satupun.”  Kalimat sederhana itu terasa begitu berat.

Abah bukan hanya sedang memikirkan bagaimana mengganti cobek yang pecah. Di rumah, istrinya sedang sakit dan membutuhkan pengobatan. Di sisi lain, biaya kontrakan sudah jatuh tempo dan harus segera dibayar. Abah berada dalam kebimbangan yang begitu berat. Membawa istrinya berobat, atau membayar kontrakan agar mereka tetap memiliki tempat tinggal.

 

Tapi dengan penghasilan hanya beberapa ribu rupiah dari setiap cobek yang terjual, Abah tidak memiliki cukup kemampuan untuk menyelesaikan semuanya seorang diri. Kami percaya, perjuangan seperti ini tidak seharusnya terus dijalani oleh seorang lansia berusia 69 tahun. Karena itu, kami ingin mengajak teman-teman semua untuk membantu Abah Rastim, Bantu Abah berobatkan istrinya, bantu Abah mempertahankan tempat tinggalnya dan bantu Abah memiliki usaha yang lebih layak untuk hari tuanya.

 

Baca selengkapnya ▾

  • September, 4 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close