
80% Tubuh Ahmad Terbakar Saat Tidur Siang di Pesantren — Kini Hidupnya di Ujung Nyawa!
“Panas yah… perih… sakit… Ahmad gak kuat, ayah… tolongin…” Suara itu lirih, nyaris tak terdengar. Tubuh Ahmad sudah hangus dilalap api. Ia menangis, tapi tak ada yang bisa ia lakukan… selain menahan perih yang tak tertahankan.
Ahmad Qozwaini, 16 tahun. Santri cerdas, rajin, dan hafal Al-Qur’an. Ia punya cita-cita sederhana: ingin jadi guru, ingin mengajar dan memberi manfaat. Tapi semua berubah dalam hitungan menit…
Siang itu, setelah sholat Zuhur, Ahmad tertidur di kamar pesantren yang dindingnya hanya bilik bambu. Tanpa disadari, percikan listrik menyambar, dan api langsung membesar. Teman-temannya berhasil menyelamatkan diri, tapi Ahmad terjebak. Api menjalar cepat… membakar sekujur tubuhnya.
Tubuh Hangus, Luka Melepuh, dan Infeksi Menyebar
Teman-teman Ahmad berusaha memadamkan api di tubuhnya dengan alat seadanya. Ahmad langsung dilarikan ke puskesmas, tapi kondisinya terlalu parah. Ia harus dirujuk ke rumah sakit besar. Kini, 80% tubuh Ahmad terbakar, melepuh, dan terinfeksi.
Wajah, tangan, dan kakinya rusak. Ia terus menangis menahan sakit. Tubuhnya menggigil, jiwanya terguncang. Ahmad sudah tak bisa tersenyum lagi…
Ayah yang Terpukul: “Saya Tak Punya Apa-Apa Lagi…”
Ayah Ahmad hanya bisa menangis. Ia baru saja kehilangan pekerjaannya 3 bulan lalu. Kini, ia mengais rezeki dengan menjual buah milik orang lain, hanya mendapat Rp15.000 per hari.
Bagaimana mungkin ia membayar biaya rumah sakit, operasi kulit, dan perawatan lanjutan Ahmad?
“Saya gak kuat lihat anak saya nahan sakit begitu… tapi saya juga gak tahu harus cari uang dari mana…”
Ahmad Masih Ingin Sembuh… Masih Ingin Mengajar
Cita-cita Ahmad masih hidup. Meski tubuhnya hancur, ia masih ingin bangkit. Masih ingin sembuh. Masih ingin mengajar. Tapi ia tidak bisa melakukannya sendirian…
Ia butuh uluran tangan kita. Waktu terus berjalan. Infeksi makin parah. Tanpa operasi dan perawatan segera, nyawa Ahmad dalam bahaya.
“Siapa yang meringankan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan meringankan kesusahannya di akhirat.” (HR. Muslim)
![]()
Menanti doa-doa orang baik