
Tragedi Ledakan Gas: Ibu Lumpuh Terbakar & Ayah Pergi, Agus (11th) Berjuang Sendirian Jualan Mainan Demi Obati Luka Ibu

"Ibu badannya penuh darah dan nanah, aku jualan buat beli kapas sama tisu.. Kasihan Ibu nangis terus di rumah," isak Agus (11th). Bocah ini terekam kamera sedang menangis di seberang jalan, memandangi gerobak mainannya yang seharian sepi pembeli meski hari sudah mulai gelap.
Tragedi bermula saat ledakan gas menghancurkan rumahnya dan melahap tubuh sang Ibu. Sebagian besar kulit tangan dan kaki sang ibu rusak, basah, dan tak kunjung mengering. Kini, ibunya lumpuh total, nyaris tak bisa bergerak, dan setiap hari menahan nyeri luar biasa.

Sang ayah justru pergi meninggalkan mereka begitu saja tanpa kabar dan bantuan sedikitpun. Kini, Agus benar-benar berjuang sendirian menjadi tulang punggung di usianya yang masih sangat belia.
Sepulang sekolah, Agus tak langsung bermain. Ia mendorong gerobak kecil, berjalan kaki dari gang ke gang menjajakan mainan milik orang lain. Dari setiap mainan yang terjual, Agus hanya mendapat upah Rp1.000.

Dalam sehari, ia biasanya hanya membawa pulang Rp10.000 sampai Rp15.000 uang yang harus ia bagi untuk membeli beras dan mengobati luka sang ibu.
Saking lelahnya, tak jarang Agus tertidur di pinggir jalan bersandar di atas gerobaknya, nunggu ada yang beli. Setibanya di rumah, tugasnya belum selesai. Ia harus memasak, menyuapi, hingga membersihkan luka-luka di tubuh ibunya sendirian.
Saat ditanya apa yang membuatnya kuat, Agus hanya menjawab lirih: "Aku cuma pengen Ibu sembuh, biar bisa hidup lebih lama sama aku."
#OrangBaik, jangan biarkan Agus berjuang sendirian. Mari kita patungan untuk biaya pengobatan ibunya dan meringankan beban hidup Agus.
Salurkan sedekah terbaikmu melalui:
Terima kasih, #OrangBaik! Kebaikanmu adalah harapan bagi Agus dan Ibunya.