

“Kalau tidak jualan, kami makan apa…”
Kalimat itu lirih keluar dari mulut Abah Sadi setiap kali tubuh tuanya mulai gemetar menahan lelah.

Di usia senjanya, saat banyak orang menikmati waktu bersama cucu dan beristirahat di rumah, Abah Sadi justru masih harus memikul beban berat di pundaknya. Setiap hari Abah berjalan puluhan kilometer menyusuri kampung demi kampung, menjajakan anyaman atap yang dibuat dengan tangannya sendiri.

Panas terik ia lalui. Hujan deras pun tetap diterobos. Semua dilakukan hanya agar dapur kecil di rumahnya tetap mengepul.
Namun zaman telah berubah. Atap anyaman yang dulu menjadi kebutuhan masyarakat kini semakin jarang diminati. Banyak orang beralih menggunakan atap modern. Dagangan Abah pun semakin sulit terjual. Tak sedikit hari yang berakhir tanpa satu pun pembeli. Kadang Abah pulang hanya membawa langkah lelah dan perut kosong.

Tetapi ada satu hal yang tidak pernah Abah tinggalkan di tengah sulitnya hidup yaitu sholatnya. Di sela perjalanan panjang, ketika adzan berkumandang dan tak ada masjid atau mushola di sekitar, Abah memilih berhenti di pinggir jalan. Dengan alas seadanya, di tengah debu dan panas jalanan, Abah tetap bersujud kepada Allah SWT.

Dalam lapar, Abah tetap beribadah. Dalam kekurangan, Abah tetap menjaga imannya. Kini Abah tinggal berdua bersama sang istri di rumah geribik tua yang nyaris roboh. Atapnya bocor ketika hujan turun. Dinding kayu yang mulai bolong membuat udara dingin dan hewan liar mudah masuk ke dalam rumah.

Malam hari mereka tidur dalam kecemasan. Siang hari Abah kembali berjalan mencari harapan. Sahabat baik, Abah Sadi sudah terlalu lama berjuang sendirian. Mari bantu Abah Sadi agar bisa hidup lebih layak di usia senjanya. Bantuanmu akan digunakan untuk: kebutuhan makan harian Abah dan istri, memperbaiki rumah yang hampir roboh, serta membantu Abah agar tidak lagi harus berjalan jauh menahan lelah demi bertahan hidup.
Sedikit bantuan darimu bisa menjadi alasan Abah untuk tetap kuat menjalani hari esok. Karena setiap rupiah yang kita titipkan hari ini, bisa menjadi pelindung bagi seorang lansia yang terus berjuang dalam diam.
![]()
Menanti doa-doa orang baik