
Di depan toko, seorang kakek duduk sendirian. Tangannya memegangi perutnya yang terasa perih. Dari kejauhan, ia sedang menahan sakit.
Abah menarik napas panjang, lalu lirih berkata, “Kalau hari ini nggak laku… ya abah nggak makan, Nak.”
Namanya Kakek Husen. Di depannya ada lapak sederhana berisi buku anak-anak, buku agama, dan Al-Qur’an. Semua dijual mulai dari 5 ribuan. Sangat murah. Bahkan lebih murah dari jajanan yang sering kita beli tanpa berpikir panjang.
Perutnya kosong lebih dari sehari. Tenaganya hampir habis. Uang yang tersisa pun tak cukup untuk membeli makanan.
Selama puluhan tahun berjualan buku agama dan Al-Qur’an, Abah Husen menempuh puluhan kilometer setiap hari. Pernah seharian, tak satu pun buku laku. “Pernah abah seharian berjualan, tapi tak ada satu pun yang laku. Pulang ke kontrakan cuma takut diusir”.
Abah juga pernah nyaris diusir dari kontrakan karena telat bayar sewa. Setiap bulan harus membayar Rp 600.000.
Setiap hari buku-buku itu ia lap satu per satu agar tak rusak dan tak berdebu. Dijaganya dengan penuh harap. Padahal dalam sebulan, kadang hanya laku lima buku. Lima buku untuk menyambung hidup selama tiga puluh hari.
Pernah ia duduk tepat di depan dagangannya. Bibirnya berdzikir. Air matanya jatuh perlahan. Di usianya yang tak lagi muda, ia hanya berharap satu hal sederhana: hari itu ada satu orang saja yang membeli.
Abah Husen berjuang di jalanan sambil menahan sakit. Beliau tetap gigih mencari nafkah, pantang meminta-minta. Maukah kamu menjadi alasan Abah Husen tersenyum hari ini?
Mari salurkan sedekah terbaikmu melalui:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran transfer Bank
4. Dapatkan laporan melalui WhatsApp paling lambat 2x24 jam setelah berdonasi.
Terima Kasih Orang Baik!
![]()
Menanti doa-doa orang baik