ImageDemi tunaikan tanggung jawab sebagai kepala keluar...
Image

Demi tunaikan tanggung jawab sebagai kepala keluarga,sakit Asma pun tak dirasanya

Image
lebak, banten
Rp 50.000 terkumpul dari Rp 100.000.000
1 Donasi 1 bulan, 16 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

“Pernahkah kita membayangkan setelah seharian bekerja keras, pulang hanya membawa uang Rp10.000?” Bagi Abah Holil, itu bukan cerita. Itu kenyataan yang benar-benar pernah Abah alami.

Di usia senjanya, saat banyak orang seusianya memilih beristirahat di rumah, Abah Holil masih harus berjalan dari sudut ke sudut alun-alun kota sambil menjajakan kopi. Langkah Abah sudah tak lagi kuat. Punggungnya mulai membungkuk. Napasnya pun sering tersengal. Tapi Abah tetap berjualan. 

Bukan karena ingin melainkan karena jika Abah berhenti berjalan hari itu, Abah dan istrinya mungkin tidak bisa makan. Abah hidup berdua bersama sang istri di rumah kecil sederhana. Tak ada penghasilan tetap. Tak ada tabungan hari tua. Yang mereka punya hanyalah harapan bahwa hari itu masih ada orang yang membeli kopi Abah.

Namun kenyataan sering kali begitu menyakitkan. Tubuh Abah sebenarnya sudah sangat lemah. Abah mengidap asma akut yang sering kambuh saat kelelahan. Karena itu, inhaler selalu berada di genggaman tangannya. Di tengah berjualan, Abah sering berhenti sejenak hanya untuk mengambil napas. Dadanya sesak. Kakinya gemetar. Tapi setelah itu, Abah kembali berjalan sambil membawa termos kopi yang semakin terasa berat.

Sebab Abah tahu di rumah ada istrinya yang menunggu. Pernah suatu hari, dari pagi hingga malam, kopi Abah hanya terjual dua cup.

Ya, Dua cup, Setelah berkeliling seharian menahan sesak napas dan rasa lelah, Abah pulang hanya membawa Rp10.000. Dengan uang itu, Abah bahkan tidak mampu membeli lauk. Abah dan istrinya hanya membeli beras eceran lalu makan seadanya sambil menahan lapar.

Yang membuat hati semakin sesak di usia setua itu, Abah tidak menangis. Tidak mengeluh. Tidak menyalahkan keadaan. Keesokan harinya, Abah tetap kembali berjualan. Tetap berjalan dengan napas yang tersengal. Tetap bertahan meski tubuhnya hampir menyerah.

Sahabat, Abah Holil hanya satu dari banyak lansia yang diam-diam sedang berjuang melawan kerasnya hidup di usia senja. Di saat orang lain menikmati masa tua bersama keluarga, Abah justru masih harus bertaruh dengan kesehatannya demi sepiring makan. Sahabat baik, kami mengajak Sahabat semua untuk membantu Abah Holil.

Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, pengobatan asma Abah, serta membantu Abah memiliki usaha yang lebih layak agar ia tidak lagi memaksakan tubuh rentanya mencari nafkah di jalanan.

Mungkin bagi kita, Rp10.000 hanyalah uang kecil.
Namun bagi Abah Holil, itu pernah menjadi penentu apakah ia dan istrinya bisa makan atau harus menahan lapar hari itu.

Baca selengkapnya ▾

  • May, 21 2026

    Campaign is published

Orang Baik6 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.000

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close