
tinggal sendiri di rumah yang sangat tidak layak untuk di huni, tempat tidur dan dapur jadi satu, dengan kondisi rumah yang sudah miring hampir rubuh, abah tetap berjuang untuk masa depan orang tuanya
Abah Senan berjualan tikar gulung keliling untuk mencari nafkah. Ia membawa tikar-tikar gulung ke berbagai tempat, menawarkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Meski hidupnya tidak mudah, Abah Senan tetap berjuang sendirian dengan semangat yang tersisa.
berjalan mengikuti langkah kaki abah hanya berharap dagangan nya ada yang laku hari ini, karna abah hanya mengharapkan dagnannya nya laku agar abah bisa makan, abah pernah cerita pernah makan nasi kering sisa hari kemarin, karna memang untuk membeli beras saja abah tidak punya uang
sejauh kaki melangkahabah menyempatkan istirahat sejenak dan menghela nafas, abah tidur depan ruko kosong hanya untuk memnajakan badan nya yang memang sudah tua renta, terlihat dari rawut wajah dan keriput pada kulit abah
sering sekali abah menahn lapr karna memang setiap keluar dari rumah tidak menyempatkan untuk sarapan, karna memang di rumah tidak ada makanan yang bisa dimakan, abah hanya meminum segelas air melangkah keluar dengan bismillah yangdi ucapkan permohonan untuk rezeki nya hari ini untuk membeli beras untuk makan
abah senan yang hidup sendirian di sebuah rumah yang sudah tidak layak. Rumahnya sudah miring dan terlihat seperti akan runtuh setiap saat. Di dalam rumah itu, tempat tidur Abah Senan nyatu dengan dapur tempat ia memasak. Ia tidak memiliki ruang terpisah untuk tidur, makan, atau melakukan aktivitas lainnya. Semuanya dilakukan di dalam satu ruangan kecil yang sederhana.
rumah yang sangat tidak layak untuk di huni, banyak kayu yang menahan dinding gribik rumah abah agar tidak roboh, tidak terfikir kan gmana abah sedang lelap tertidur lalurumah abah roboh?
mau gk kak, patungan bantu abah senan untuk hidup lebih layak di masa tua nya, dengan cara:
![]()
Menanti doa-doa orang baik